Makassar, LPM – JELATA – Seiring akan diadakannya Pemilihan Umum (PEMILU) Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), banyak intervensi yang terjadi dilingkungan kampus, intervensi dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak mempunyai hak dalam “Pesta Demokrasi” dikampus tercinta ini.

            Kami mendapat laporan dari narasumber-narasumber yang terpercaya bahwasanya ada pihak yang meng-intervensi mahasiswa bahkan meng-kampanyekan salah satu kandidat calon Ketua BEM.

Pihak yang melakukan intervensi terhadap mahasiswa-mahasiswa merupakan pihak akademik yang notabene tidak boleh bahkan tidak berhak untuk meng-intervensi mahasiswa- mahasiswa untuk memilih salah satu kandidat calon Ketua BEM STIE Amkop Makassar.

            Kami Mahasiswa ingin “Pesta Demokrasi” yang jujur tanpa ada intervensi-intervensi dari pihak-pihak yang tak mempunyai hak dalam “Pesta” kami ini. Kami ingin memilih dari hati dan dari hasil penilaian kami sendiri, bukan dari intervensi ataupun tuntutan dari “pihak yang tak berhak”. Dari Mahasiswa, oleh Mahasiswa, dan untuk Mahasiswa.

            Kami harap siapapun yang terpilih menjadi Ketua BEM kelak bukan merupakan hasil dari intervensi dari “pihak yang tak berhak”, Money Politic (Politik Uang), dan Black Campaign (Kampanye Hitam/Terselubung). (MFG)